Berbagi ilmu di dunia kelautan dan info seputar dunia kelautan untuk lebih memudahkan seseorang mengerti dunia kelautan

Monday, 14 October 2019

Pelaut Modal BST & Buku Pelaut ? Renungkanlah kembali

Pelaut Modal BST & Buku Pelaut ? Renungkanlah kembali


www.pelaut.club
Pelaut Modal BST & Buku Pelaut ? Renungkanlah kembali, Jika ditanya mengapa ingin jadi pelaut pasti jawabannya ingin memiliki gaji tinggi ditambah lagi dengan kiasan bisa jalan jalan ke luar negeri gratis, kerjaan santai seru dan lain lain. Ada juga yang menghibur diri dengan mengatakan kerja di laut itu merupakan sebuah tantangan,kerjaan yang hebat, salah satu kerjaan yang diridhoi tuhan dan sebagainya.

Sampai hari ini sudah banyak yang menceritakan menjadi pelaut itu pekerjan yang sangat enak, jadi rasanya tidak perlu lagi saya menjabarkan menjadi pelaut itu seperti apa dan bagaimana. Bagian yang terpentingnya adalah apakah benar cerita cerita menjadi pelaut itu enak ? 

 Memang menjadi pelaut sangat mudah hanya bermodalkan sertifikat BST dan Buku pelaut seseorang sudah bisa bekerja di atas kapal. Hanya perlu membasar biaya administrasi pembuatan BST sekitaran Rp 1.2 Jt kemudian mengikuti pelatihan selama 8 hari di sekolah sekolah pelayaran negeri dan pembuatan Buku Pelaut hanya Rp.150rb. Sekiranya dengan modal segitu bisa untuk kerja di atas kapal. Tetapi kalau pelaut modal BST & Buku pelaut saja, saya lebih menyarankan coba anda renungkanlah kembali.

Kenapa Demikian?

www.pelaut.club
 Karena jika anda bekerja sebagai pelaut hanya bermodalkan BST & Buku Pelaut anda akan mendapatkan jabatan yang rendah sehingga otomatis akan dibayar rendah. Rata rata pelaut yang hanya bermodalkan BST & Buku pelaut akan dibayar sekitar Rp.500rb-Rp.1.5Jt tetapi jika berlayar di luar negeri bisa sampai Rp.6.5 Jt rupiah itupun harus membuat Paspor terlebih dahulu dengan biaya Rp.350rb. Berarti anda harus keluar uang lagi jika ingin berlayar ke luar negeri. Jadi modal awal anda untuk bekerja di atas kapal berkisaran Rp.1.5jt smpai Rp.2Jt. Akan tetapi jika dibandingkan dengan pekerja di darat yang hanya bermodalkan foto 3x4, fotocopy Ijasah dan KTP yang modalnya tidak sampai  Rp.30rb dengan upah mininum pekerja (UMP) di darat berkisaran 1jt-2.7jt. 

Menurut anda bagai mana ?

Kemudian anda pastinya berfikir merubah haluan ingin berlayar keluar negeri untuk membuat paspor dengan gaji 6.5 jt perbulan. Kedengarannya memang cukup menarik, akan tetapi tidak semenarik resiko yang akan anda terima. Karena dengan anda berlayar di luar negeri tentunya akan bertemu dengan ombak yang besar sampai bermeter meter tingginya serta cuaca extrime. Maka dari itu laut luar negeri tidaklah mudah untuk dilalui, resikonya sangat tinggi. Jika sudah berlayar akan sampai berminggu minggu untuk sampai ketempat tujuan. Bayangkan jika anda mabuk laut hingga sampai ke tempat tujuan. Muntah sampai semua isi perut keluar semua. Mau di isi selera makan sudah tidak ada,Mau dipaksa makan susah,Makanan pun tumpah dimana mana digoyang ombak. Enaknya ya cuma tidur tapi mau gimana lagi tidur pun juga tidak bisa karena harus bekerja. Selesai dinas jaga barulah bisa tidur. Masih mending jika sampai pelabuhan tidak mauk rumah sakit. Masih bagus lagi kalau tidak di keluarkan dari pekerjaan. Biasanya pelaut yang tidak tahan ombak akan di berhentikan kerja oleh perusahaan,Kalaupun pelaut tidak di berhentikn biasanya pelaut itu sendiri yang minta berhenti. Kalau sudah begitu uang yang dikeluarkan untuk mengurus document jadi terbuang percumah.
www.pelaut.club
Sekarang oke fisik anda kuat, tahan banting dengan ombak. Berarti anda dapat bekerja di laut dengan gaji Rp6.5jt  cuma bermodal BST dan Buku Pelaut. Menarik bukan ? Namun sayang masih ada yang harus anda korbankan yaitu waktu bersama keluarga, mungkin anda akan berfikir lebih baik seperti ini "Lebih baik begini daripada hidup dengan kesulitan finansial". Jika anda siap menukar semua itu dengan kehilangan moment kelahiran anak anda,kemudian mengADZANkan anak anda lewat telepon, bahkan mungkin di panggil OM oleh anak anda jika anda pulang nantinya. Atau tidak hadir dipernikahan saudara, juga tidak hadir saat ada keluarga yang meninggal dunia. Namun jika anda dan keluarga anda siap dengan resiko semua itu maka anda cocok jadi PELAUT. 


www.pelaut.club
Terkhir ada yang mengatakan tidak perlu berlayar keluar negeri. Didalam negeri pun bisa mendapatkan gaji yang sama dengan diluar negeri. Memang gaji tidak seperti di luar negeri tetapi ada pemasukan lain-lain dari berbagai sumber yang bisa menyamai gaji diluar negeri. Ditambah lagi bisa sering pulang kerumah. Oke itu memang betul, akan tetapi itu cerita dulu. Sekarang perusahaan perusahaan kapal di dalam negeri sudah banyak menggunakan CCTV  untuk mencegah penyelewengan di kapal. Kalaupun ada pemasukan dari sisa uang makan dan lainnya paling itu tidak seberapa. Bagaimana, Masih tertarik jadi Pelaut ?
bacajuga: Pelaut indonesia terancam menganggur

Salam Pelaut Indonesia

Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :

Related : Pelaut Modal BST & Buku Pelaut ? Renungkanlah kembali

0 comments:

Post a Comment